Pemanasan Global, Selamatkan Bumi !

Standar

 

 
 

Pemanasan Global? Global Warming?
Mungkin sebagian dari kalian masih bingung tentang kata-kata itu (meski sebenernya kelewatan kalo ga tau mah, wkwk).

Bumi tempat kita tinggal ini udah bermiliyaran tahun usianya. Hebat ya? Tapi ketahuilah, meskipun dari luar bumi terlihat kuat, dan angkuh. Tapi bumi kita ini ternyata sudah mulai RAPUH!

Yap! Bumi yang sudah semakin tua ini mulai membutuhkan bantuan kita, manusia, yang dengan keji merampas kehidupan bumi dengan semaunya. Penebangan hutan-hutan secara liar, pemakaian energi-energi listrik secara tidak hemat, penggunaan air yang boros. Semua itu adalah segelintir kecil kesalahan yang telah diperbuat manusia hingga mengakibatkan keadaan bumi yang menjadi parah seperti ini.

Apanya yang parah? Bumi masih baik-baik aja kok!

SALAH! Kalian mungkin ga sadar, tapi cobalah renungkan. Adakah  sebagian dari kalian merasa bumi semakin panas? Ya, itu adalah salah satu dampak kecil akibat rusaknya bumi.  Terlalu banyaknya hutan-hutan besar yang secara produktif menghasilkan Oksigen dengan proses fotosintesisnya dihancurkan hanya untuk kepentingan pribadi sekelompok orang tak bertanggung jawab. Apa akibatnya? Kini ketersediaan Oksigen semakin menipis, karena semakin menipisnya pohon-pohon yang dapat menghasilan Oksigen.

 
Kasian beruangnya gak bisa lewat karena esnya udah cair ᅮᅮ
 

Selain itu, terlalu banyaknya gas karbon yang dihasilkan oleh kendaraan-kendaraan bermotor pun menjadi salah satu faktor utama mengapa udara di bumi semakin tidak layak dihirup. Kendaraan-kendaraan bermotor yang menghasilkan gas karbon monoksida dengan bebasnya berseliweran di antara hiruk-pikuk jalan raya, khususnya Jakarta. Tidak salah lagi kalau Jakarta menjadi kota terpolusi ketiga di dunia!

Bayangkan saja, jika dalam 1 keluarga memiliki 1 unit mobil, 2 sepeda motor dan ketiga kendaraan itu keluar secara bersamaan. Itu baru 1 keluarga, bagaimana jika ada 10? 100? 1000? Dan satu Kota? Belum lagi yang memiliki 2 unit mobil atau 3 sepeda motor dalam satu rumah? Bisa dibayangkan ada jutaan gas karbon monoksida yang terhirup manusia di setiap nafasnya.

Solusinya? Cobalah gunakan kendaraaan yang tidak menghasilkan gas berbahaya, atau setidaknya meminimalisir gas karbon yang dihasilkan. Misalnya dengan menggunakan kendaraan umum, atau jika dalam sebuah keluarga menggunakan mobil, cukup membawa 1 mobil dan tidak perlu mengeluarkan motor-motornya. Sehingga polusi yang dikeluarkan semakin sedikit. Atau bisa juga dengan menggunakan sepeda! Selain mengurangi polusi udara, sepeda juga dapat membantu kita yang sulit mencari waktu untuk berolahraga, untuk berolahraga. Dengan bersepeda, kita dapat terhindar dari resiko penyakit jantung dan juga dapat mengurangi kadar lemak dalam tubuh.

Tentunya solusi-solusi seperti ini perlu dibantu oleh pemerintah. Pemerinah bertanggung jawab untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, seperti kendaraan umum yang layak digunakan, rapi, bersih dan dengan sopir yang berpengalaman. Juga pemerintah dapat menyediakan jalur sepeda yang lebih besar. Selain itu pemerintah juga dapat memperketat perturan pembangunan gedung-gedung besar yang  disfungsional, atau kurang memiliki manfaat. Apalagi jika sebuah lahan hijau yang menjadi sasarannya. Pemerintah harus dapat melindungi lahan hijau yang ada, khususnya lahan hijau di tengah kota yang sudah semakin jarang ditemui. Taman kota adalah salah satu cara untuk menghijaukan sesaknya udara kota yang penuh gas karbon.

Hanya itu saja solusinya? Masih ada banyak lagi!

Selain mengurangi polusi udara, kita juga harus berhemat dalam menggunakan energi, khususnya energi listrik. Jika sedang tidak menggunakannya atau tidak begitu perlu, sebaiknya benda tersebut dimatikan. Entah itu AC, TV, ataupun komputer. Pssst~ kalau di rumah kita banyak pohon-pohon rindang, kita gak perlu lagi pakai AC untuk mengurangi suhu udara yang panas. Jadi lebih menghemat juga kan?

Kita juga harus mencari inovasi-inovasi baru dalam penggunaan energi, seperti membuat energi alternatif. Contohnya, biogas, pupuk kompos, pupuk kandang. Semua itu bisa di dapatkan dari hasil sisa-sisa sampah rumah tangga ataupun ternak. Sehingga tak perlu lagi kita melihat dan merasakan pemandangan yang tidak menyenangkan dari sampah-sampah rumah tangga yang kotor itu. Pengolahan sampah orgnaik dan non organik juga menjadi salah satu cara menangani polusi air, tanah dan udara.

Dampak yang mengerikan dari global warming adalah mencairnya es-es dikedua kutub di bumi. Bayangkan saja  ketika zaman es puluhan ribu tahun lalu, jutaan kilogram es mencair dan menghasilkan miliyaran kubik air dan hampir menenggelamkan seluruh  daratan. Hal itu mungkin saja terjadi lagi, meningat panasnya suhu di bumi yang bahkan mampu mencairkan sebuah bongkahan besar es di kutub utara maupun selatan. Ketika es-es itu mencair, seluruh pesisir pantai pun akan tenggelam. Apalagi Jakarta yang kini letaknya sudah di bawah permukaan air laut. Karena itu, pendapat-pendapat yang diutarakan para pengamat bumi memang jangan diremehkan. Potensi tenggelamnya Jakarta itu memang nyata mengingat panasnya suhu bumi yang dapat mencairkan bongkahan-bongkahan besar es di kutub selatan sana.

 
sadis….
 

Intinya, selama kita berniat untuk mengembalikan keadaan bumi seperti dulu, pasti akan selalu ada solusi untuk mengatasinya. Menanam pohon, pengurangan polusi udara dengan bersepeda, menggunakan kendaraan umum atau pergi bersama dengan satu mobil, membuang sampah pada tempatnya, penggunaan energi alternatif, penghematan daya energi, semua itu adalah hal-hal kecil yang akan menjadi besar jika kita lakukan bersama-sama dan serentak!

Tunggu apa lagi? Mulai sekarang biasakan untuk menyelamatkan bumi dengan tindakan sekecil apapun :)Karena tindakan yang kecil akan menghasilkan pengaruh yang besar jika dilakukan secara bersama :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s